Rabu, 26 Juni 2019

Ilmu Alamiah Dasar

Sebuah Rangkuman

Manusia
Dalam mengerjakan tugas-tugas IAD selama ini, yang proses pengerjaannya diberikan secara berkala, kami menemukan suatu refleksi agung tentang hubungan antar tugas-tugas tersebut, dengan suatu realitas besar yang membentang dihadapan saya yang menggambarkan suatu potret perkembangan peradaban manusia dengan segala tragedi, komedi, dan dramaturgi yang terkandung didalamnya.

Pada tugas pertama, kami diberikan suatu materi tentang manusia secara ontologis. Dalam pengerjaan makalah tersebut, kami menemukan suatu gambaran utuh tentang kemanusiaan dengan segala aspek epsitemologis yang terkandung didalamnya. Manusia menjadi berbeda dengan makhluk lainnya adalah karena pada dasarnya, manusia di anugerahi oleh Tuhan yakni akal yang mampu berpikir secara logis dan bernalar secara reaktif. itulah sebab manusia disebut sebagai homo symbolicum karena sebab dalam berpikir, manusia menggunakan simbol-simbol bahasa ataupun visual.

Dengan bermodalkan pemikiran dan kemampuan bernalar ini, manusia menciptakan beragam instrumen lain seperti bahasa, perkakas, dan sebagainya. Namun, akal pada manusia tidaklah bertindak sebagai  motor bagi perilaku manusia. Akal hanya menyelesaikan urusan 'bagaimana?'  namun perkara 'kenapa?' adalah murni hasrat manusia.

Akal pada manusia cenderung bersifat objektif, tajam, logis, dan empiris. akal tak mampu menghadirkan atau memikirkan sesuatu yang tak pernah dialami oleh panca indera ataupun memikirkan sesuatu yang tidak tersimpan dalam cerebral cortex. 

Sedangkan perasan manusia cenderung bersifat subjektif, abstrak, dan imajinatif. Perasaan ini pula yang mendikte akal dan memutuskan kemana mesti ia (akal) harus bertindak. Perasaan, adalah bersifat hormonal dan situasional. Ia adalah produk dari pengalaman individu dengan perlantunannya dengan kehidupan lingkungan, dan juga sebagai produk fisiologis sistem syaraf dan sistem endokrin. Perasaan mampu berkerja secara ajaib karena ia bersifat transendental, Immanuel Kant menyebutnya sebagai ilham. Yakni suatu kondisi dimana akal dan nalar sudah pada batas kemampuannya, perasaan akan mampu menerobos batas yang tak mampu dilalui oleh akal tersebut sehingga terjadilah eureka! suatu insight yang disebut Kant sebagai ilham.

Tajamnya akal seseorang dan luasnya pengetahuan seseorang, tidak menjamin budi pekerti yang baik. Dalam buku Donald. B. Calne, Batas nalar ia menyebutkan bahwa kebengisan perang dunia pertama disebabkan oleh orang-orang pintar dan 70% dokter di Jerman adalah anggota partai Nazi sedangkan di Jerman, hanya ada 15% populasi masyarakat yang tergabung dalam keanggotaan partai tersebut.

Jika saya harus memberikan suatu aforisme mengenai tugas pertama ini, maka bunyinya akan seperti ini : "Akal itu kasar, maka lembutkanlah ia dengan perasaan. perasaan itu bengkok, maka luruskanlah ia dengan akal".

Asal mula kehidupan dan peradaban manusia
Tugas kedua yang diberikan pada kami adalah mengenai asal mula kehidupan. Banyak sekali teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli mengenai hal ini yang semuanya mengerucut pada satu kesimpulan, yakni penciptaan alam semesta bersifat bertahap. Tahapan-tahapan yang terjadi dalam proses ini berdampak sangat besar pada seluruh materi dalam tiap lapisan tahapan-tahapan teresebut. Hal ini mempengaruhi zat dan sifat dari semua materi yang terkandung di alam semesta, tak terkecuali manusia. Adapun peradaban manusia adalah produk dari dampak geografis dan sosial budaya. Peradaban manusia bersifat dinamis dimana pada tiap kesempatan seringkali antara satu peradaban dengan peradaban lainnya saling berasimilasi menghasilkan peradaban baru yang mana proses ini akan terus berlanjut tanpa henti.

Sumber Energi
Disamping itu, sumber energy memainkan peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia yang pada akhirnya terciptalah suatu tujuan bersama sebagai pembuka suatu era keserasian, yakni zaman modern. 
Pada tugas rangkuman ini, kami menarik satu kesimpulan yang bersifat general dimana tiap-tiap diskursus yang telah kami tulis selama ini, adalah suatu kepingan-kepingan khazanah historis, yang akan menuntun para pembaca menuju suatu dimensi megah tentang kebudayaan alam semesta.

Daftar Pustaka :
Dzunurayn, Muhammad (2019). Ilmu Alamiah Dasar. Depok: Universitas Gunadarma.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar