Sebuah Rangkuman
Manusia
Dalam mengerjakan
tugas-tugas IAD selama ini, yang proses pengerjaannya diberikan secara berkala,
kami menemukan suatu refleksi agung tentang hubungan antar tugas-tugas
tersebut, dengan suatu realitas besar yang membentang dihadapan saya yang
menggambarkan suatu potret perkembangan peradaban manusia dengan segala
tragedi, komedi, dan dramaturgi yang terkandung didalamnya.
Pada tugas pertama, kami
diberikan suatu materi tentang manusia secara ontologis. Dalam pengerjaan
makalah tersebut, kami menemukan suatu gambaran utuh tentang kemanusiaan dengan
segala aspek epsitemologis yang terkandung didalamnya. Manusia menjadi berbeda
dengan makhluk lainnya adalah karena pada dasarnya, manusia di anugerahi oleh
Tuhan yakni akal yang mampu berpikir secara logis dan bernalar secara reaktif.
itulah sebab manusia disebut sebagai homo symbolicum karena
sebab dalam berpikir, manusia menggunakan simbol-simbol bahasa ataupun visual.
Dengan bermodalkan
pemikiran dan kemampuan bernalar ini, manusia menciptakan beragam instrumen
lain seperti bahasa, perkakas, dan sebagainya. Namun, akal pada manusia
tidaklah bertindak sebagai motor bagi perilaku manusia. Akal hanya
menyelesaikan urusan 'bagaimana?' namun perkara 'kenapa?' adalah
murni hasrat manusia.
Akal pada manusia
cenderung bersifat objektif, tajam, logis, dan empiris. akal tak mampu
menghadirkan atau memikirkan sesuatu yang tak pernah dialami oleh panca indera
ataupun memikirkan sesuatu yang tidak tersimpan dalam cerebral cortex.
Sedangkan perasan
manusia cenderung bersifat subjektif, abstrak, dan imajinatif. Perasaan ini
pula yang mendikte akal dan memutuskan kemana mesti ia (akal) harus bertindak.
Perasaan, adalah bersifat hormonal dan situasional. Ia adalah produk dari
pengalaman individu dengan perlantunannya dengan kehidupan lingkungan, dan juga
sebagai produk fisiologis sistem syaraf dan sistem endokrin. Perasaan mampu
berkerja secara ajaib karena ia bersifat transendental, Immanuel Kant
menyebutnya sebagai ilham. Yakni suatu kondisi dimana akal dan
nalar sudah pada batas kemampuannya, perasaan akan mampu menerobos batas yang
tak mampu dilalui oleh akal tersebut sehingga terjadilah eureka! suatu
insight yang disebut Kant sebagai ilham.
Tajamnya akal seseorang
dan luasnya pengetahuan seseorang, tidak menjamin budi pekerti yang baik. Dalam
buku Donald. B. Calne, Batas nalar ia menyebutkan bahwa
kebengisan perang dunia pertama disebabkan oleh orang-orang pintar dan 70%
dokter di Jerman adalah anggota partai Nazi sedangkan di Jerman, hanya ada 15%
populasi masyarakat yang tergabung dalam keanggotaan partai tersebut.
Jika saya harus
memberikan suatu aforisme mengenai tugas pertama ini, maka bunyinya akan
seperti ini : "Akal itu kasar, maka lembutkanlah ia dengan perasaan. perasaan
itu bengkok, maka luruskanlah ia dengan akal".
Asal mula kehidupan dan peradaban manusia
Tugas
kedua yang diberikan pada kami adalah mengenai asal mula kehidupan. Banyak
sekali teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli mengenai hal ini yang semuanya
mengerucut pada satu kesimpulan, yakni penciptaan alam semesta bersifat
bertahap. Tahapan-tahapan yang terjadi dalam proses ini berdampak sangat besar
pada seluruh materi dalam tiap lapisan tahapan-tahapan teresebut. Hal ini
mempengaruhi zat dan sifat dari semua materi yang terkandung di alam semesta,
tak terkecuali manusia. Adapun peradaban manusia adalah produk dari dampak
geografis dan sosial budaya. Peradaban manusia bersifat dinamis dimana pada
tiap kesempatan seringkali antara satu peradaban dengan peradaban lainnya
saling berasimilasi menghasilkan peradaban baru yang mana proses ini akan terus
berlanjut tanpa henti.
Sumber Energi
Disamping
itu, sumber energy memainkan peranan yang sangat penting bagi kelangsungan
hidup manusia yang pada akhirnya terciptalah suatu tujuan bersama sebagai
pembuka suatu era keserasian, yakni zaman modern.
Pada
tugas rangkuman ini, kami menarik satu kesimpulan yang bersifat general dimana
tiap-tiap diskursus yang telah kami tulis selama ini, adalah suatu kepingan-kepingan
khazanah historis, yang akan menuntun para pembaca menuju suatu dimensi megah
tentang kebudayaan alam semesta.
Daftar Pustaka
:
Dzunurayn, Muhammad (2019). Ilmu Alamiah Dasar. Depok: Universitas Gunadarma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar