Kamis, 11 Oktober 2018

CINTA KASIH DAN HARAPAN

MAKALAH

ILMU BUDAYA DASAR

“MANUSIA DAN CINTA KASIH”
&
“MANUSIA DAN HARAPAN”





Disusun Oleh:
Bella (11518395)




Kelas 1PA06
Fakultas Psikologi Jurusan Psikologi
Dosen: Ariyanto, S.I.Kom.,M.M


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah rasa syukur dan selalu memuji adalah kalimat termashur yang sewajarnya saya panjatkan kepada zat yang maha baik, yang maha indah, allah swt. Berkat-nya penulis di izinkan menyelesaikan penyusunan makalah Ilmu Budaya Dasar S1 Psikologi Universitas Gunadarma dengan judul “Manusia Dan Cinta Kasih” & “Manusia Dan Penderitaan”. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak kesalahan dan kekurangannya baik dalam cara menguraikan maupun dalam cara penyusunan, dengan segala keterbatasan ini, penulis mengharapkan saran dari pembaca untuk kesempurnaan hasil Makalah ini. Ucapan terimakasih yang tulus penulis sampaikan dalam kesempatan ini kepada:



1.      Ibundaharatu tercinta yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil serta doa yang tak terhingga bagi penulis.
2.      Keluarga baru penulis 1PA06. “Masuk Bareng Lulus Bareng”. Aamiin.
3.  Bapak Ariyanto, S.I.Kom.,M.M selaku dosen mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang telah membimbing, mengarahkan, serta memberikan ilmu dan nasihat dalam waktu singkat yang sangat berguna sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar .


Semoga segala bantuan, dorongan dan arahan yang diberikan kepada penulis menjadi amal yang di ridhoi oleh allah swt. Penulis sadar bahwa dalam penyusunan ini tentu saja terdapat kekurangan yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan. Penulis berharap supaya makalah ini mendapat koreksi demi menyempurnakannya.


 Depok, 8 Oktober 2018
Penyusun

Bella












DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................. i
DAFTAR ISI ........................................................................................... ii

BAB 1             PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang.......................................................... 1
1.2   Rumusan Masalah .................................................... 1
1.3   Tujuan Penulisan ...................................................... 2

BAB 2             PEMBAHASAN
2.1   Manusia Dan Cinta Kasih ........................................ 3
A. Pengertian.............................................................. 3
B. Macam-Macam Cinta Kasih.................................. 3
C. Tringular Theory of  Love..................................... 5
2.2   Manusia Dan Harapan .............................................. 7
A. Pengertian.............................................................. 7
B. Sebab Manusia Mempunyai Harapan.................... 7
C. Cara Untuk Mencapai Harapan.............................. 8
2.3    Cinta Kasih Dan Harapan......................................... 9

BAB 3             PENUTUP
3.1   Kesimpulan.............................................................. 10


DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 11




BAB I
PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang

“Manusia dan Cinta Kasih” merupakan suatu hal yang sangat menarik dan pernah kita alami dalam hidup ini. Sangat disesali, orang pada umumnya masih bingung akan apakah cinta itu sesungguhnya. Kebingungan mereka semakin bertambah ketika dunia perfilman memperkenalkan arti cinta yang salah dimana penekanan akan cinta selalu dititik beratkan pada perasaan dan cerita romantika. Dari jaman dulu sampai sekarang hakikat cinta kasih masih menjadi perbincangan yang tidak dibatasi secara jelas dengan makna yang luas pula. Walaupun, sulit juga untuk diungkapkan, cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup fundamental. Cinta sangat erat dalam kehidupan dan tidak bisa di pisahkan dalam kehidupan. Tidak pernah selintas pun orang berpikir bahwa cinta itu tidak penting. Mereka haus akan cinta, mereka butuh akan cinta.

“Manusia dan Harapan” setiap manusia mempunyai harapan yang berbeda-beda. Manusia tanpa adanya harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu sendiri. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan kita.

1.2           Rumusan Masalah

Rumusan masalah merupakan hal-hal apa saja yang akan dikaji oleh penulis. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:

1.      Apakah yang dimaksud dengan “Manusia Dan Cinta Kasih”?
2.      Apakah yang dimaksud dengan “Manusia Dan Harapan”?
3.      Apakah “Cinta Kasih” dan “Harapan” saling berkesinambungan?



1.3           Tujuan Penulisan

Tujuan dari dilakukannya penulisan makalah ini selain sebagai tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar juga sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan Cinta Kasih.
2.      Untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan Harapan.
3.      Untuk mengetahui kesinambungan antara Cinta kasih Dan Harapan.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Manusia Dan Cinta Kasih
A.    Pengertian
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hamper sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.Walaupun cinta dan kasih mengandung arti yang hamper sama, antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta Kasih sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada seseorang. Dalam berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka,  sehingga keduannya merupakan suatu kesatuan yang utuh. Seorang remaja menjadi frustasi, morfinis, berandalan dan sebagainya itu disebabkan karena kekurangan perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.

B.     Macam-Macam Cinta Kasih

     1)      Cinta Kasih Kepada Allah

Merupakan puncak cinta manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk cinta yang lain.
Cara mewujudkan “Cinta Kasih Kepada Allah” dapat dilakukan dengan dilandasi cinta yang teramat sangat dan meniadakan Tuhan selain Allah dengan beraqidah yang kokoh dan bertaqwa atau menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan yang sudah di tentukan Nya.

     2)      Cinta Kasih Kepada Rasul Allah

Cinta kepada Allah dan Rasul Allah merupakan setinggi-tinggi nilai cinta yang dimiliki manusia. Di dalam hadis Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menegaskan bahwa iman seorang hamba tidak akan sempurna selagi ia tidak meletakkan dalam hatinya kecintaan kepada Allah dan Rasulnya melebihi dari cintanya kepada harta, anak dan diri sendiri.

Cara mewujudkan “Cinta Kepada Rasul Allah” dapat dilandasi dengan cinta dengan mencontoh suri teladan yang baik yang ada pada diri rasul yaitu sidiq, tablig, amanah, dan fatonah yang di laksanakan setiap saat selama masih diberi kehidupan oleh sang maha hidup.

     3)      Cinta Kasih Keibuan

Kasih sayang itu bersumber dari cinta keibuan, yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan kasih sayang dan naluri alami seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukan karena fisologis, melainkan dorongan psikis.

Cara mewujudkan “Cinta Keibuan” dapat dilakukan dengan dilandasi kasih sayang ibu yang tak terhingga terhadap anaknya dari sejak dikandung, melahirkan, dan mengurus sampai menikahkan dengan tanpa pamrih sedikitpun dan doanya yang selalu menginginkan dan melihat anaknya bahagia di jauhkan dari segala kesusahan.

     4)      Cinta Kasih Diri Sendiri

Secara alami manusia mencintai dirinya sendiri (self love) dan banyak orang yang menafsirkan cinta diri sendiri diidentikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini bernilai negatif. Namun apabila diartikan bahwa cinta diri sendiri adalah mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jamsmani dan rohaninya terpenuhi seimbang  ini bernilai positif. Dengan demikian cinta terhadap dirinya tidak harus dihilangkan tetapi harus berimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik.

Cara mewujudkan “Cinta Diri Sendiri” dapat dilakukan dengan mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani dirinya sendiri terpenuhi secara wajar. Contohnya mandi, menyisir rambut, mengenakan baju yang sopan tidak melanggar adat atau norma yang ada.


     5)      Cinta Kasih Sesama Manusia

Cinta kepada sesama manusia merupakan watak manusia itu sendiri dan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatannya kepada sesama manusia. Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna, bagi dirinya, melainkan dating dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia. Motivasi perbuatan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendirian dan sudah merupakan suatu kewajiban.

Cara mewujudkan “Cinta Sesama Manusia” dapat dilakukan dengan perbuatan yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong menolong, kerja bakti dan lain sebagainya.

     6)      Cinta Kasih Erotis

Cinta kasih yang erat dorongannya dengan dorongan seksual ini merupakan sifat khusus yang bias memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu dikarenakan cinta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disi lain Cinta erotis jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sebaliknya jika tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak mungkin akan timbul rasa kasih sayang karena yang ada hanya nafsu birahi berhubungan badan saja, dengan uang sebagai bayarannya.

Cara mewujudkan “Cinta Kasih Erotis” dapat dilakukan apabila dilandasi dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar adat atau norma yang ada. Contohnya seorang lelaki terhadap perempuan yang di sudah di ikat pernikahan di dasari percintaan.

C.     Triangular Theory of Love
Teori ini dikemukakan oleh Robert Sternberg, seorang ahli psikologi. Berdasarkan teori “Triangular Theory of Love” disebutkan beberapa bentuk cinta:
1)      Pertemanan karib (Friendship)

Dalam jenis ini, seseorang merasakan keterikatan, kehangatan, dan kedekatan dengan orang lain tanpa adanya perasaan gairah yang menggebu atau komitmen jangka panjang.


2)      Pengidolaan (Limerence)

Jenis ini disebut juga infatuated love, seringkali orang menggambarkannya sebagai “cinta pada pandangan pertama”. Tanpa adanya elemen intimacy dan commitment, cinta jenis ini mudah berlalu.

3)      Cinta Hampa (Empty Love)

Dengan elemen tunggal commitment di dalamnya. Seringkali cinta yang kuat bisa berubah menjadi empty love, yang tertinggal hanyalah commitment tanpa adanya intimacy dan passion. Cinta jenis ini banyak dijumpai pada kultur masyarakat yang terbiasa dengan perjodohan atau pernikahan yang telah diatur (Era Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih)

4)      Cinta Romantis (Romantic Love)

Dalam konteks filosofi, cinta romantis merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Cinta jenis ini memiliki ikatan emosi dan fisik yang kuat (intimacy) melalui dorongan passion.

5)      Cinta Persahabatan Sejati (Companionate Love)

Didapatkan pada hubungan yang telah kehilangan passion tetapi masih memiliki perhatian dan intimacy yang dalam serta commitment. Bentuk cinta seperti ini biasanya terjadi antar sahabat yang berlawanan jenis.

6)      Cinta Semu (Fatuous Love)

Berisikan adanya masa pacaran dan pernikahan yang sangat bergelora dan meledak-ledak, commitment terjadi terutama karena dilandasi oleh passion, tanpa adanya pengaruh intimacy sebagai penyeimbang.

7)      Cinta Sempurna (Consummate Love)

Merupakan bentuk yang paling lengkap dari cinta. Bentuk cinta ini merupakan jenis hubungan yang paling ideal, banyak orang berjuang untuk mendapatkan, tetapi hanya sedikit yang bisa memperolehnya. Sternberg mengingatkan bahwa memelihara dan mempertahankan cinta jenis ini jauh lebih sulit daripada ketika meraihnya. Sternberg menekankan pentingnya menerjemahkan elemen-elemen cinta ke dalam tindakan (action). “Tanpa ekspresi, bahkan cinta yang paling besar pun bisa mati” kata Sternberg.





2.2    Manusia Dan Harapan

A.    Pengertian
Setiap manusia mempunyai harapan yang berbeda-beda. Manusia tanpa adanya harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu sendiri. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan kita.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.

B.     Sebab Manusia Mempunyai Harapan
Penyebab manusia mempunyai harapan adalah dorongan kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Dorongan kodrat adalah sifat keadaan atau pembawaan alamiah sejak manusia di ciptakan. Dorongan itulah yang menyebabkan manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup dan untuk memenuhinya manusia harus bekerja sama dengan orang lain. Ada 2 hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yaitu :

        1)      Dorongan Kodrat

Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia.Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lain.Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.

        2)      Dorongan Kebutuhan Hidup

Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.

Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan atau kebutuhan manusia itu adalah :
a. Kelangsungan Hidup (Survival).
b. Keamaanan (Safety).
c. Hak Dan Kewajiban Untuk Mencintai Dan Dicintai (Be Loving And Loved).
d. Diakui Lingkungan (Status).
e. Perwujudan Cita-Cita (Self-Actualization).

Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup maka manusia mempunyai harapan. Karena pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

C.     Cara Untuk Mencapai Harapan

Mewujudkan suatu harapan bukan sesuatu yang sederhana. Sukses terealisasikannya harapan tidak hanya dilihat dari banyaknya harta tetapi dari berapa banyak usaha kita untuk mencapai kesuksesan itu.

1)      Percaya Diri Dan Optimis

Sebelum kita melakukan sesuatu untuk mencapai harapan, kita harus percaya diri dan optimis. Maksudnya kita harus percaya pada kemampuanyang ada pada diri kita dan kita harus berfikir positif serta yakin bahwa harapan itu pasti tercapai. Kita tidak boleh berfikir pesimis dan takut mengambil resiko. Karena hal tersebut bisa menghambat kita untuk mencapai sebuah harapan.

2)      Berusaha Dengan Sungguh – Sungguh

Untuk mencapai sebuah harapan kita tidak bisa hanya tinggal diam. Oleh karena itu kita diharuskan berusaha dengan sungguh-sungguh dengan ikhlas, sepenuh tenaga, dan sebaik mungkin. Jangan sampai kita bekerja dengan ceroboh atau sembarangan, karena itu tidak akan membuahkan hasil.

3)      Berdoa Kepada Allah

Setelah kita melakukan usaha dengan sebaik mungkin, kita tidak boleh menyudahinya sampai disitu saja. Kita lanjutkan dengan berdoa pada allah. Sebab allah akan mengabulkan permintaan hamba-Nya jika hamban-Nya mau berdoa. Sesuai dengan firman allah yaitu “Berdoalah pada-ku, niscaya doamu akan ku-kabulkan”.

4)      Bertawakkal Kepada Allah

Setelah kita sudah berusaha dan berdoa, kita harus bertawakkal kepada allah. Maksud dari bertawakkal pada allah adalah kita berserah diri kepada allah setelah kita berusaha dan berdoa dengan sebaik mungkin. Jadi setelah berusaha kita harus berserah diri pada allah. Karena manusia hanya bisa berencana dan allah lah yang menentukan hasilnya.

5)      Bersedekah Dan Beribadah

Dengan bersedekah kita bukan mengurangi harta kita, tapi malah menambahnya karena Allah akan membalasnya dengan berlipat-lipat. Saat kita bersedekah, kita boleh sambil berdoa dan berharap agar harapan kita tercapai. Selain bersedekah kita harus memperbanyak beribadah. Misalnya berpuasa dan melakukan salat sunnah hajat. Mungkin dengan hal itu harapankita akan semakin semakin mudah tercapai. Setelah kita sudah melakukan hal-hal diatas tapi harapan kita masih belum tercapai juga, kita harus tetap sabar, tidak cepat menyerah dan tidak putus asa. Kita harus terus berusaha dan berusaha lagi agar harapan kita tercapai.

2.3    Cinta Kasih Dan Harapan

Cinta kasih dan harapan merupakan rangkaian yang indah yang menjadi satu dan akan selalu beriringan. Seperti salah satu contoh ketika harapan kita akan kebahagiaan dengan cinta kasih yang dimiliki. Kita bahkan tidak pernah putus harapan dan berjuang dengan berbagai cara kita sendiri untuk mendapatkan cinta kasih. Mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hati.



BAB III

PENUTUP


     3.1  Kesimpulan
Manusia pada hakikatnya tidak dapat terpisahkan dari cinta kasih dan harapan. Cinta kasih dan harapan selalu beriringan tetapi antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta kasih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan harapan merupakan pengungkapan doa untuk menyampaikan rasa mengarah kepada yang dicintai.
Cinta kasih itu mulia, sangat indah, memancarkan kebahagiaan, tetapi manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang diharpakan, apa yang diperkirakan dan apa yang didambakan bertolak belakang dari kenyataaan yang sudah terlanjur tercipta dalam angan-angan maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa.
Hidup ini tak selama nya lurus seperti apa yang kita harapkan, ada saja berbagai liku-liku dalam kehidupan. Apabila kita mau mewujudkan harapan untuk mendapatkan cinta kasih itu dengan dengan nyata, kita harus mempunyai rasa kepercayaan di dalam hati kita karena itu salah satu dasar untuk kita mencapai sukses. 



Daftar Pustaka
Anggara, Heri.”Manusia Dan Cinta Kasih”. 8 Oktober 2018. http://ibd99.blogspot.com/2012/12/makalah-manusia-dan-cinta-kasih.html
Ghost, Gerry. “Manusia Dan Harapan”. 8 Oktober 2018. https://gerryghost.wordpress.com/2011/05/24/manusia-dan-harapan/
























2 komentar: